|
|
|
| Lihat Detail Berita Kategori [Kabar Jaringan] | | | | Tanggal : 28/11/2008 10:24:08 | | | | PELATIHAN TSHE DI SAMIGALUH,KULONPROGO | | | | PELATIHAN TSHE (TUNGKU SEHAT DAN HEMAT ENERGI) DI SAMIGALUH, KULONPROGO
Kegiatan pelatihan tungku ini dilaksanakan pada 13,15 dan 16 Oktober 2008 bertempat di kediaman Pak Widyo di Desa Nglambur, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Jogjakarta dan dihadiri oleh Bapak Camat Samigaluh, Kelompok Rukun Tani, Kepala Dukuh dan warga Desa Nglambur dan Wonogiri.
Kegiatan ini dimulai dengan pertemuan antar Kelompok Rukun Tani Desa Nglambur dengan Tim JKTI yang bertempat di kediaman Pak Widyo. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Rukun Tani, Pak Mulyanto, dan 6 anggota Rukun Tani lainnya.
Kegiatan hari pertama berua survei transect walk, dari survei didapatkan data bahwa warga pada umumnya membuat sendiri. Bagi warga yang membuat sendiri tungkunya, pada umumnya berbahan dasar tanah, semen, batu bata dan pasir. Material tungku umunya mudah didapatkan, misalnya saja, tanah diambil dari pekarangan rumah, karena tanah di Desa Nglambur berupa tanah liat, sedangkan untuk material tungku lainnya, misalnya pasir, semen dan batubata membeli atau meminta pada warga lainnya.
Ukuran tinggi tungku rata-rata antar 21-34cm sehingga posisi memasak dilakukan dengan duduk di ”dingklek”. Tungku umumnya digunakan untuk kegiatan memasak rumah tangga dan Gula merah dan menggunakan tungku yang sama untuk memasak keduanya.
Bahan bakar tungku pada umumya adalah kayu Kaliandra, karena jenis kayu ini cukup berlimpah di Desa Nglambur. Adapun jenis biomassa lain yang digunakan, sepeti kayu sengon, blarak, dll. Namun pada umumnya untuk jenis kayu selain kaliandra yang berukuran cukup besar, misalnya sengon atau jati mereka memilih untuk menjualnya.
Ukuran Peralatan masak untuk gula merah pada umumya sama dengan yang digunakan untuk memasak keperluan Rumah Tangga yaitu untuk Panci berdiameter antara 25-40 cm, Wajan 35-50 cm dan ketel 20-29 cm.
Petani Gula merah di Desa Nglambur menghasilkan gula merah dalam skala kecil, yaitu antara 1-2,5 kg perharinya. Hal ini disebabkan karena pohon kelapa yang di ”nderes” oleh petani gula merah di kedua desa ini relatif kecil, yaitu antara 3-7 pohon perharinya.
Kegiatan hari kedua adalah memulai pelatihan Tungku Sehat dan Hemat Energi (TSHE) kembali dilaksanakan di kediaman Pak Widyo dan dihadiri sebanyak 10 peserta, yang terdiri dari 7 Laki-laki dan 3 Perempuan yang berasal dari desa Nglambur dan Desa Wonogiri. Dari kegiatan ini didapatkan data, yaitu TUNGKU IDAMAN warga adalah:
•Tungku awet
•Kuat
•Irit Kayu
•Cepat Masak
•Murah
•Serbaguna
•Asap sedikit/teratur
Kegiatan hari ketiga adalah pembuatan tungku.Warga antusias dengan kegiatan ini, hal ini dapat dilihat dengan jumlah peserta yang cukup banyak, yaitu sebanyak 17 peserta. Kegiatan pembuatan TSHE kembali dilaksanakan di kediaman Pak Widyo. Dalam kegiatan pembuatan tungku ini, dihadiri pula oleh Bapak Camat Samigaluh dan Kepala Dukuh.Pembuatan tungku dilakukan oleh warga dan dibantu oleh Tim JKTI. Peserta menyediakan material tungku seperti bahan-bahan dasar tungku, yaitu tanah liat, batubata, sekam padi dan pasir, sedangkan material lain seperti cetakan tungku, sarangan dan cerobong difasilitasi oleh Tim JKTI.
Bapak Camat juga ikut ambil bagian dalam kegiatan mencetak tungku ini. Tak lupa pula Bapak Camat mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim JKTI dan diharapkan mampu mewujudkan impian warga dan diharapkan TSHE dapat membantu warga dalam menghemat kayu.
Setelah serangkaian proses kegiatan pembuatan tungku, akhirnya tungku yang diidamkan jadi juga. Setelah ini, tinggal menunggu tungku kering sekitar 2-3 minggu baru kemudian tungku dapat digunakan.
| | | | Penulis : Prianti Utami | | |
| |
| | |
| KABAR Jaringan | | | PELATIHAN TSHE (TUNGKU SEHAT DAN HEMAT ENERGI) DI SAMIGALUH, KULONPROGO
Kegiatan pelatihan tungku ini dilaksanakan pada 13,15 dan 16 Oktober 2008 bertempat di kediaman Pak Widyo di Desa Nglambur, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Jogjakarta dan dihadiri oleh Bapak Camat Samigaluh, .....
Selengkapnya... |
|
| | | | | MULTI Media |
| | Tungku SAE adalah tungku gerabah yang telah dimodifikasi sehingga bisa mengingkatkan kinerjanya. Tungku ini memiliki 2 lubang masak, dimana lubang kedua terletak lebih tinggi dan mempunyai cakilan untuk tumpuan alat masak. Dibanding tungku tradisional kebanyakan, tungku SAE akan menghabiskan kayu .....
Selengkapnya... |
|
| | | Majalah ASAP | | | | ASAP Edisi 15, Februari 2008 | | | Dari Redaksi
Pada awalnya program tungku dikaitkan dengan konservasi lingkungan, lalu fase berikutnya dikaitkan pada masalah tungku dan polusi udara dalam ruangan. namun saat ini dikaitkan dengan perubahan iklim karena efisiensi energi dari pembakaran bahan bakar biomassa tidak terbarukan mampu .....
Selengkapnya... |
|
| | | LINKS : | |
|
| | | | |