Login
User : 
Pass : 



[ Daftar ]
[ Lupa Password ]
Menu
Utama
Profil
Hubungi Kami
Versi Inggris
Versi Indonesia
 
JKTI
Isu-isu
Program
 
ARTIKEL
Tungku
Dapur
Biomasa
 
DATA
Pengantar
Pustaka
Jaringan
 
 
 
 
Lihat Detail Berita Kategori [Tungku]
 
Tanggal : 8-/-0/2011 18: 1:4:
 
The Three in One Stove “Tungku Kombinasi
 


Masalah yang kita hadapi bersama pada saat ini adalah sumber minyak bumi yang semakain menipis. Antisipasi apa yang sekarang kita perbuat untuk menghadapi hal yang tidak bisa kita hindarkan tersebut ?… bisakah mengandalkan cadangan minyak bumi yang semakin menipis sehingga dengan otomatis harganyapun semakin tidak terkendali sehingga berdampak pada harga-harga kebutuhan primer yang lain ?…… adalah sangat menentukan sekali pada saat sekrang ini ada pengganti minyak bumi. Bagaimana mengenai harga-harga bahan bakar?…. adalah bagaimana kaitannya dengan kebutuhan primer “makanan”, yang mana hal tersebut sangat terkait dengan dapur dan alat untuk memasak. “Kompor GAS “Elpigi”? “wah aku wong ndeso mas, ngga’ ada orang jual kayak gituan, adapun mungkin juga mahal banget. Ra due duit mas”. Kompor minyak tanahkah? “Makin lama kok makin mahal!! Piye to”? Bagaimana dengan tungku (tungku tradisional)?”kayunya harus beli e mas, soalnya kayu juga jarang”. Dari sini bisa kita lihat bahwa keterbatasan tentang teknologi tungku di masayarakat kita sangat terbatas. Padahal disekeliling banyak biomasa yang bisa dipakai untuk bahan bakar bahkan ada yang lebih bagus dari kayu.

Tungku ini adalah salah satu tungku pengembangan serta gabungan dari tungku-tungku portable yang sudah ada. Bagian-bagian dari tungku 3 in 1 tersebut juga merupakan gabungan dari tungku-tungku modivikasi yang sudah ada. Jadi tungku three in one ini adalah suatu terobosan baru yang mengombinasikan tungku-tungku modifikasi sebelumnya. Bagian-bagian tersebut antara lain adalah: modifikasi tungku bricket, modifikasi tungku sekam dan modifikasi tungku serbuk gergaji. Yang telah banyak diproduksi massal di sini (di Indonesia) dan banyak ditemui di pasar tradisional, contohnya tungku serbuk gergaji, yang sudah tidak asing lagi dimasyarakat. Bahkan sudah di modifikasi lagi, dengan menggunakan gerabah. Tungku 3 in 1 merupakan tungku logam yang sudah diberi bahan isolator pada bagian dindingnya. Yang diharapkan dari adanya tungku ini adalah upaya untuk bisa menaikkan efisiensi dari tungku sebelumnya. Dan menggabungkan ketiga tungku tersebut menjadi satu kemasan yang diharapkan sangat praktis untuk dibawa kemana-mana dan cocok untuk segala daerah yang mempunyai beragam bahan bakar.

Keistimewaan tungku ini adalah bentuknya yang kecil sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana. Selain itu tungku ini juga sudah siap untuk berbagai bahan bakar yang ada di suatu daerah yang bahan bakarnya tidak bervariasi, contohnya pada daerah yang banyak menghasilkan sekam padi saja sehinga bahan kayu dan serbuk gergaji sangat sulit didapat maka tungku 3 in 1 memiliki bagian untuk memasak dengan bahan bakar sekam padi, kemudian daerah yang banyak menghasilkan serbuk gergaji, tapi bahan bakar kayu dan sekam terbatas dan daerah yang banyak kayu ataupun ranting saja bahan bakar sekam dan serbuk gergaji sulit untuk didapatkan, tungku 3 in 1 juga memiliki bagian-bagian untuk memasak dengan menggunakan bahan bakar yang telah disesuaikan dengan masing-masing pengguna di suatu daerah yang sangat beragam sumber biomasanya. Selain itu juga, pada bagian atas yaitu bagian yang menggunakan bahan bakar kayu bisa juga dipakai juga bahan bakar seperti: berbagai jenis bricket, bathok kelapa, ataupun rijek bathok kelapa sawit yang sudah tidak dimanfaatkan lagi, “ini sangat banyak sekali dijumpai didaerah perkebunan kelapa sawit, khususnya didaerah diluar pulau jawa”, dan bahan bakar arang. Tungku 3in1 ini adalah tungku knock down sehingga pada bagian-bagiannya tertentu ada yang rusak bisa di perbaiki. Secanggih apapun teknologi, tetap masih banyak kelemahan disetiap sisinya. Apalagi cuma teknologi manual seperti tungku ini, jelas banyak sekali. masih banyak lagi kelemahan yang harus diperbaiki lagi di tungku ini, sehingga tungku three in one tidak berhenti sampai di sini saja. Masih banyak kelanjutannya untuk menutupi ataupun menghilangkan sekalian kelemahan-kelemahan yang masih ada pada tungku ini. Tapi bagaimanapun juga suatu teknologi adalah salah satu faktor penunjang sekaligus untuk mempermudah aktifitas yang lebih dari biasanya. Ada beberapa macam tahapan atau proses yang selanjutnya tungku ini benar-benar efektif, efisisen dan sangat layak untuk dipakai pada setiap kalangan, dan ini merupakan tujuan utamanya. Sebab tahap ini merupakan tahapan yang masih banyak butuh pengembangannya, dan terus berkembang sampai pada limitnya.

Bahan- bahan yang diperlukan untuk membuat tungku three in one ini adalah seng ber ukuran tebal 0,3 mili meter , plat besi berukuran tebal 1 mili meter atau besi beton yang berdiameter 0,5 cm dan yang paling banyak dibutuhkan yaitu plat besi yang berukuran tebal 0.5 milli meter. Bahan-bahan tersebut yang dibutuhkan antara lain adalah yang di butuh kan antara lain adalah sebagai berikut:

1. Untuk tungku badan I /bagian I atau bagian atas “yang berbahan bakar cips kayu, arang dan bricket”. Badan tungku ini semuanya menggunakan plat besi Ada tiga bagian palat, yaitu bagian dalam, bagian luar, sarangan, alas “ bagian bawah dan tutup beserta cakilannya.

 Bagian dalam yaitu Lebar = 20 cm dan Panjang = 40 cm
 Bagian luar yaitu Lebar = 20 dan Panjang = 45 cm
 Bagian sarang ber diameter 15 cm
 Bagian alas tutup bawah ber diameter 18 cm
 Bagian tutup memerlukan plat seluas 30 cm persegi lalu di bikin melingkar, kurang lebuh berdiameter 20 cm

2. untuk tungku badan II / bagian II “ yaitu tungku yang berbahan bakar sekam padi, pada bagian badan tungku ini menggunakan bahan dari seng, dan hanya pada bagian inilah yang menggunakan bahan dari seng. Bentuk di bikin mengerucut dan kira-kira nmenghabiskan bahan selebar 40 meter persegi.

3. Untuk badan tungku III / bagian III” yaitu badan tungku yang memakai bahan bakar serbuk gergaji. Ada beberapa bagian di badan tungku ini, yaitu antara lain adalah bagian luar, bagian dalam, bagian dasar/ alas, bagian kaki dan bagian tutup.

 Bagiam dalam memerlukan bahan plat seluas, Lebar = 30 cm dan panjang 50 cm
 Bagiam luar memerlukan bahan yaitu Lebar = 25 cm dan panjangnya 60 cm
 Bagian bagian dasar alas membutuhkan bahan berdiameter 30 cm
 Bagian kaki membutuhkan bahan besi beton / plat yang agak tebal, kira kira jika beton berukuran panjang nya 1 meter dan jika plat yang agak tebal “tebal plat 1 mili meter” kira-kira membutuhkan seluas 20 cm persegi.
 Bagian tutup / cakilan memerlukan bahan seluas 50 cm persegi, yang kemudian di buat tutup bulat dan tepi tutup, dan sisinya untuk cakilan, dengan tinggi cakilan 2—3 cm.


Masalah yang dihadapi pada saat pembuatan adalah keterbatasan bahan yang akan dipakai sebagai badan tungku contohnya di desa-desa yang sangat sulit sekali mendapatkan bengkel las dan sangat sulit sekali untuk mendapatkan bahan plat. Kita sendiri tidak bisa untuk membuat sendiri tanpa bantuan peralatan bengkel. Selain itu juga masalah harga, membut Ada berbagai kendala yang perlu dihadapi pada waktu pembuatan dan pengoperasian tungku ini. Pada bagian pembakaran misalnya, banyak sekali kendala yang masih harus diperbaiki. Contohnya:


Pada bagian I:
pada bagian ini bahan bakarnya antara lain adalah cips kayu, arang dan batok kelapa, bisa juga bricket batu bara. Kendalanya meliputi:

1. Untuk pembakaran kayu yaitu:
 Asap banyak pada waktu penyalaan awal ”api baru menyala”
 Harus memakai minyak tanah untuk penyalaan awal ”Starter”
 Tidak bertahan lama apinya. Terlalu cepat habis bahan bakarnya. Tapi harus * melihat jenis kayunya, ini disebabkan karena ruang bahan bakar untuk kayu cips kurang besar.

2. Untuk pembakaran dengan menggunakan arang, kendala yang dialami adalah
 Untuk starter harus menggunakan bahan bakar minyak tanah atau sejenisnya.
 Sulit untuk menyalakan awal jika tidak di kipasi, jadi harus dikipasi untuk menjadikan baranya.
3. Untuk pembakaran bathok kelapa, kendala yang dialamai pada waktu pembakaran adalah:
 Cepat habis meskipun nyala api bagus, mungkin karena ruang bakar juga kurang besar
 Penyalaan awal harus menggunakan bahan bakar lain, misalnya blarak, ketam kayu dan lain-lain.

4. Untuk bricket batu bara belun di coba.


Pada bagian II;
bagian ini berbahan bakar sekam padi disni juga ada berbagai kendala pada waktu pembuatan ataupun penyalaannya.

Pada waktu pembuatan teknis konstruksinya banyak sekali mengalami kegagalan yang dialami sehingga bentuk dan ukuranya terus berubah. Pada awal bentuk yang pertama api sangat sulit menyala meskipun starternya menggunakan bahan bakar minyak tanah. Lalu tahap demi tahap maka ditemukan hasil yang telah diinginkan. Meskipun tidak 100% berhasil, tapi setidak-tidaknya tujuan awal telah terlaksana sampai tahap yang sekarang ini. Dan ini tidak menutup kemungkinan untuk berubah lagi karena teknologi ini terus berkembang.
Kendala yang dialami pada waktu penyalaan api adalah antara lain:

1. Harus memakai bahan bakar minyak untuk starternya.
2. Masih berasap pada waktu nyala pertama
3. Cara mematikan dengan cara :
4. Mematikan api dengan cara menyiram api dengan air sedikit demi sedikit, lalu badan tungku diangkat, kemudian bahan bakar yang belum terbakar di simpan untuk dipakai masak lagi di kemudiannya.


Pada bagian III

Pada bagian ini bahan bakarnya adalah serbuk gergaji. Kendala yang dialami pada waktu pembuatan bentuk dan konstruksinya adalah belum di berikan dasaran “lantai bahan bakar , karena mnasih menyesuaikan dengan badan tungku bagian II. Kendala yan dialami pada waktu penyalaan adalah:


1. Asap agak banyak pada waktu penyalaan awal—asap berkurang kira-kira 3 sampai 4 menit

2. Api tidak bisa terkendali ”tidak bisa dikecil-besarkan”, api terus konstan

3. Pada waktu memadamkan api sangat sulit. Mematikannya dengan cara:

a. Membiarkan bahan bakar sampai habis terbakar semuanya, ini sangat boros bahan bakar dan membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu hingga bahan bakar bakar habis. Dan asap akan banyak lagi apabila bahan bakar sedikit, sehingga banyak dihasilkan limbah bahan bakar yang sulit untuk di bakar kembali. Semuanya tidak terbakar sempurna, hanya menjadi arang.

b. Di siram air. Disiram pada api atau bara dengan pelan-pelan. Tapi asap banyak sekali. Dan memisahkan bahan bakar yang belum terbakar dan yang sudah menjadi arang, ini sangat sulit karena apabila bahan bakar yan belum terbakar sedikit sulit untuk memisahkananya.

c. Tidak diberi udara pada ruang bahan bakar ”dengan cara menutup semua lobang yang ada di ruang pembakaran”

 
Penulis : ahmad kahar dimyati
 
KABAR Jaringan
 
PELATIHAN TSHE (TUNGKU SEHAT DAN HEMAT ENERGI) DI SAMIGALUH, KULONPROGO

Kegiatan pelatihan tungku ini dilaksanakan pada 13,15 dan 16 Oktober 2008 bertempat di kediaman Pak Widyo di Desa Nglambur, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Jogjakarta dan dihadiri oleh Bapak Camat .....

Selengkapnya...
 
 
MULTI Media
 
Tungku SAE adalah tungku gerabah yang telah dimodifikasi sehingga bisa mengingkatkan kinerjanya. Tungku ini memiliki 2 lubang masak, dimana lubang kedua terletak lebih tinggi dan mempunyai cakilan untuk tumpuan alat masak. Dibanding tungku tradisional kebanyakan, tungku SAE akan menghabiskan kayu .....

Selengkapnya...
 
Majalah ASAP
 
Link Majalah Asap Lengkap
 
Ingin membaca majalah Asap dari Edisi awal hingga Edisi akhir? silahkan klik link dibawah ini:
Edisi 1

Selengkapnya...
 
LINKS :
FAO-RWEDP
Energia
ARECOP
 
 
Copyright © 2000 - 2003 Jaringan Kerja Tungku Indonesia
All Rights Reserved. Developed & Maintenanced by
Jogjakita